Negara yang Berkonflik Hingga Kini, Dunia Pun Tidak Mampu Meredam

Meski telah ada federasi internasional yang menjaga perdamaian dunia, masih saja banyak konflik yang terjadi dan telah lama berlangsung. Tindakan PBB atau Persatuan Bangsa-Bangsa tidak ampuh meredam konflik. Beberapa diantaranya merasa terjajah sedang yang merasa memiliki kekuasaan di daerah terkait. Peristiwa berdarah yang menewaskan ribuan korban jiwa pun tidak terhindarkan bahkan menjadi makanan sehari-hari bagi masyarakatnya. Kelaparan dimana-mana bahkan di dunia yang telah maju ini banyak anak tidak bisa membaca menulis akibat perang tersebut. Berikut daerah atau negara yang berkonflik hingga kini.

1. Palestina dan Israel

Masih menjadi salah satu negara yang berkonflik hingga kini, konfliknya telah berpuluh-puluh tahun terjadi namun tidak ada keputusan perdamaian yang dicapai. Korban jiwa bagi kedua belah pihak sudah tidak terhitung lagi. Bom bunuh diri yang dilancarkan oleh masyarakat Palestina dianggap teroris.

Penyebab konflik tak berujung ini ialah perebutan daerah. Gaza menjadi sarang konflik pertikaian, kelaparan, tangisan, darah berceceran dimana-mana. Suara bom dan sirine tank Israel sudah menjadi bagian dari hidup masyarakat sipil Gaza. PBB pun sampai saat ini tidak sanggup meredam konflik. Beberapa negara yang membantu perdamaian tidak pernah tercapai karena selalu ada kepentingan lain.

2. Afghanistan

Berawal dari pengeboman WTC di AS yang menghilangkan ribuan korban jiwa tak berdosa. AS menganggap dalang dibalik tragedi tersebut ialah Osama Bin Laden, teroris yang sedang dilindungi oleh Taliban yang menguasai Afganistan. AS pun meminta Taliban menyerahkan Osama namun hal ini tidak dilakukan oleh Taliban. Peristiwa berdarah pun terjadi di Afganistan untuk mengejar Osama. Al Qaeda yang menjadi organisasi teroris dinyatakan kalah dan musnah. 

Tentara AS ditarik kembali dengan berakhirnya perang tersebut. Tetapi 17 tahun berselang Taliban muncul kembali dan lebih kuat dari sebelumnya dengan menguasai lebih dari 40% wilayah AS. Biaya yang dikeluarkan AS sudah lebih dari Rp 13 T namun AS masih tidak menyerah untuk menumpas habis teroris di Afganistan.

3. Somalia

Perang di Somalia sudah terjadi sejak 1998 silam dan masih berlangsung hingga kini. Perang saudara adalah kejadian di awal masa perang namun semakin memanas dari tahun ke tahun. Ditambah lagi Somalia dimasuki oleh kelompok teroris yang menambah runyam pertikaian di negara ini. Meski telah berganti presiden beberapa kali, perang tetap terjadi. PBB membentuk UNITAF untuk menyelesaikan konflik ini.

Organisasi yang dipimpin AS ini pun mulai melakukan pemberantasan pemicu konflik yaitu militan dan teroris. Namun yang terjadi ialah semakin banyak rakyat sipil yang terbunuh sehingga adanya UNITAF mulai dipertanyakan. Tetapi AS membantah bahwa hanya pemberontak yang menjadi sasaran. Sampai  saat ini Somalia masih panas oleh gempuran senjata.

4. Iran

Konflik telah terjaid sejak tahun 2004 antara Republik Islam dan gerilyawan Kurdi yang ingin memisahkan diri dari Iran. Perang yang dinamai PJAK atau Partai untuk Hidup Merdeka di Kurdistan ini selalu panas di daerah Kurdi dan beberapa tempat lain yang didiami masyarakat asli Kurdi. Keadaan masih memanas hingga sekarang dengan adanya Partai Pekerja yang membantu pergelokan tersebut.

5. China dengan Masyarakat Muslim Uighur

Beberapa waktu silam China dihebohkan dengan adanya perlawanan masyarakat Uighur yang mengklaim daerahnya bukan termasuk negara ini meski telah dikuasai sejak 1949. Masyarakat Uighur menilai tanah tersebut adalah tanah leluhur dari Turki. Penahanan masyarakat muslim Uighur dilakukan oleh pemerintah untuk meredam konflik. Sampai saat ini belum ada kesempatan damai meski China tengah disibukkan oleh Corona.

Itulah beberapa perang yang  terjadi beberapa daerah dan masih panas hingga saat ini. Dunia internasional tidak mampu berkutik lebih jauh untuk memadamkan perang-perang tersebut. Masih ada beberapa daerah lain yang masih belum mencapai kesepatakan sehingga daerah terkait menjadi daerah berbahaya. Negara yang berkonflik hingga kini tersebut kebanyakan sudah terjadi sejak lama dan akan terus terjadi sampai adanya pihak mengalah yang tentu saja mustahil terjadi.