Negara-negara Timur Tengah dikenal kaya akan cadangan minyaknya yang besar. Tetapi hal ini berbanding terbalik dengan kondisi sebagian masyarakat di wilayah tersebut. Timur Tengah juga sarat akan konflik yang tak berkesudahan. Ketegangan demi ketegangan terus terjadi di sana. Penyebabnya pun beragam, seperti masalah politik, keagamaan, kesukuan, memperebutkan ladang minyak dan campur tangan negara-negara Barat. Berikut adalah sebagian negara yang berkonflik di Timur Tengah:

1. Irak

Perang di negara Irak berlangsung cukup lama. Pada saat itu Irak yang tengah dipimpin oleh Presiden Saddam Hussein dituduh sedang mengembangkan sebuah senjata pemusnah massal yang dapat mengancam perdamaian dunia. Hal ini menyebabkan Amerika dan Inggris berkoalisi untuk menginvasi negara Irak. Presiden Saddam Hussein pun kalah dan dihukum mati. Selain itu terjadi pula berbagai pemberontakan di negara tersebut diantaranya,  pemberontak sunni, Al-Qaeda, suku Kurdi dan lainnya.

Perang saudara antara kelompok sunni dan syiah pun tetap berlangsung hingga kini. Bahkan muncul pula kelompok ISIS yang mereshkan dunia Internasional. Terdapat ribuan korban jiwa yang berjatuhan dan kerusakan dimana-mana yang akhirnya mengacaukan negara Irak.

2. Iran

Iran merupakan sebuah negara di Timur Tengah yang memiliki banyak konflik dengan negara lain. Hal ini bermula dari Revolusi Iran yang terjadi secara besar-besaran. Setelah itu, negara Iran sering berkonflik dengan negara lain. Seperti perang Teluk Persia antara Iran dan Irak yang dipicu masalah perbatasan. Konflik Iran dan Israel yang disebabkan pandangan politik yang berbeda, serta yang terbaru adalah konflik Iran-Amerika Serikat yang dipicu terbunuhnya Jenderal Iran Qasem Soleimani. Walaupun Iran sering berkonflik dan melibatkan diri dalam masalah negara lain di Timur Tengah namun Iran juga memiliki pengaruh yang besar di kancah Internasional saat ini.

3. Suriah

Suriah menjadi negara yang berkonflik di Timur Tengah berikutnya. Negara ini mendapatkan kehancuran masif dimana ribuan orang terbunuh baik militer maupun masyarakat sipil. Bangunan-bangunan rusak dan perekonomian ambruk di Suriah. Sebagian besar rakyatnya mengungsi ke negara lain karena perang berkepanjangan.

Krisis Suriah berawal dari demonstrasi damai yang menuntut Presiden Bassar Al Assad atas kondisi kemiskinan di negara tersebut. Kondisi mulai memburuk saat beberapa pemuda ditangkap dan dibunuh oleh militer. Para pemberontak bermunculan dan terjadilah perang saudara yang berlarut-larut dengan dukungan negara lain yang turut melibatkan diri.

4. Mesir

Di negara yang terkenal dengan piramidanya ini juga terjadi kerusuhan, ketegangan terjadi antara pemerintah dan sebagian rakyatnya. Presiden Mohamed Morsi digulingkan karena anggapan memerintah secara otoriter dan tidak mempertimbangkan pihak oposisi yang memiliki paham sekuler. Kerusuhan merebak dimana-mana hingga akhirnya Presiden diturunkan da dijadikan tahanan rumah.

5. Palestina-Israel

Konflik ini menjadi yang terbesar di Timur Tengah dan memicu keterlibatan negara lain yang saling mendukung. Pertikaian terjadi karena perebutan wilayah serta ketidak sukaan bangsa Arab kepada Zionis Israel yang dianggap mencaplok negara Palestina. Dari awal berdirinya Israel hingga kini konfrontasi tetap berlangsung antara kelompok Hamas dan militer Israel di Jalur Gaza. Kedua kelompok ini sering memulai kekacauan dengan saling menyerang daerah masing-masing.

Pertikaian ini menyebabkan banyak korban tewas terutama masyarakat sipil Gaza. Dunia Internasional pun berbondong-bondong memberikan bantuan kemanusiaan walau seringkali terhambat akibat blokade yang dilakukan oleh Israel.

Hingga kini masih ada negara yang berkonflik di Timur Tengah. Dengan letak geografisnya yang berada di antara benua Asia, Eropa dan Afrika menjadikan masyarakat Timur Tengah memiliki beragam kepercayaan dan kebudayaan yang mengakar kuat dalam masyarakat dan pemerintahannya. Hal ini tak jarang akan menimbulkan gesekan-gesekan tertentu yang dapat mengancam stabilitas negara apabila tidak ditanggulangi dengan baik.