Indonesia adalah negara kepualuan dengan 33 provinsi. Badan statistik menunjukkan bahwa terdapat lebih dari 100 suku bangsa di Indonesia. Oleh karena itu adat istiadat yang terdapat di Indonesia sangat kaya dan unik. Budaya unik yang ada di Indonesia seringkali mengundang rasa ingin tahu sehingga banyak turis asing maupun orang Indonesia sendiri yang tertarik untuk melihat dan mempelajari tentang budaya unik tersebut.

1. Tatung

Debus mungkin adalah istilah yang dikenal masyarakat dalam menyebut ritual dari Singkawang, Kalimantan Barat ini. Tatung sendiri memiliki arti yaitu roh dewa. Ritual Tatung dilakukan setiap acara Cap Go Meh. Pada acara tersebut selalu dimeriahkan oleh Tatung yang merupakan orang-orang yang kebal terhadap benda-benda tajam. Jadi, ratusan tatung akan mempraktekkan banyak aksi debus pada acara Cap Go Meh. Para tatung juga memiliki ritual khusus untuk menjaga kesaktian mereka yakni dengan puasa makan daging setiap tanggal 1 dan 15 menurut penanggalan Tiongkok.  

2. Tiwah

Ritual ini berasal dari Kalimantan Tengah, dilakukan oleh suku Dayak. Tiwah adalah salah satu budaya unik yang ada di Indonesia hingga kini. Ritual ini berupa upacara mengantarkan orang yang sudah lama meninggal ke sebuah rumah yang dinamakan Sandung. Pertama, orang yang telah meninggal dimakamkan untuk sementara. Hingga waktunya tiba, kuburan akan dibongkar kembali dan mayat dibakar hingga tersisa tulang belulang saja di rumah Sandung. Ritual ini dipercaya dapat mempermudah perjalanan arwah menuju surga, juga menjauhkan kesialan dari keluarga yang ditinggalkan.

3. Ikipalin

Ikipalin merupakan ritual potong jari yang berasal dari Papua, yaitu Suku Dani. Mereka memiliki cara yang cukup ekstrem untuk mengungkapkan rasa dukanya. Apabila ada keluarga atau kerabat yang meninggal, mereka memotong jarinya dengan pisau, kapak, atau parang sebagai bentuk rasa prihatin. Ritual ini juga dipercaya mampu mencegah kesialan yang sama terjadi hingga mengakibatkan hilangnya nyawa kembali. Meski demikian, seiring perkembangan zaman ritual ini semakin jarang dilakukan.  

4. Seba

Suku Baduy di Banten, Jawa Barat masih mempertahankan tradisi mereka dengan berjalan kaki setiap bepergian. Bahkan mereka memiliki tradisi yang disebut Seba. Tradisi yang dilakukan setahun sekali ini berupa jalan kaki sejauh 100 kilometer untuk bersilaturrahmi. Seba dilakukan dengan mempertemukan para kepala daerah. Nantinya mereka akan berdiskusi mengenai banyak informasi penting.

5. Pasola

Tradisi ini berasal dari Nusa Tenggara Timur. Pasola adalah lembing dari kayu yang digunakan untuk melempar. Ritual ini diadakan setahun sekali, biasanya pada bulan Februari. Sebenarnya diadakan sebagai wujud kesedihan pria yang telah kehilangan istrinya. Upacara Pasola diawali dengan syukuran akan datangnya musim panen dan cacing. Cacing-cacing tersebut berfungsi sebagai penanda. Jika warna-warni dan bertubuh gemuk, artinya kebaikan, namun jika sebaliknya dipercaya akan datang malapetaka. Selanjutnya para peserta yakni masyarakat Sumba akan menunggang kuda sambil saling melempar Pasola. Darah peserta yang terjatuh ke tanah dianggap memiliki khasiat dalam menyuburkan tanah.

6. Bakar Tongkang

Di Riau terdapat tradisi unik bernama Bakar Tongkang. Pada awalnya, tradisi yang dilakukan warga Tionghoa yang tinggal di Bagan Siapiapi, Riau ini dimaksudkan sebagai bentuk keputusan untuk menetap di suatu wilayah. Bakar Tongkang dilakukan setiap bulan Juni, dimana warga membuat kapal layar besar yang nantinya dibakar. Kemudian juga terdapat kelenteng yang melakukan upacara pemanggilan roh yang akan masuk ke dalam tubuh beberapa orang sebagai medium. Bakar Tongkang ini bertujuan agar masyarakat di sana tidak lupa pada kampung halaman mereka.

Demikian beberapa budaya unik yang ada di Indonesia. Masih banyak lagi budaya yang dapat kita pelajari dari berbagai suku dan adat di Indonesia. Meski berbeda-beda dan mungkin berlawanan satu sama lain, yang terpenting adalah semua kebudayaan memiliki nilai yang dipegang teguh oleh masyarakatnya dan dipercaya dapat membawa kebaikan. Semua memiliki hak masing-masing untuk mempertahankan dan melestarikan budayanya.